Lahir di solo pada 26 April 1944, Amien dibesarkan dalam keluarga aktivis Muhammadiyah. Orangtuanya, aktif di Muhammadiyah cabang Surakarta. Masa belajar Amien banyak dihabiskan di luar negeri. Sejak lulus sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1968 dan lulus Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1969), ia melanglang ke berbagai negara dan baru kembali tahun 1984 dengan menggenggam gelar master (1974) dari Universitas Notre Dame, Indiana, dan gelar doktor ilmu politik dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat.
Kontroversi
Ketua Umum PAN itu pernah terima duit sebesar 10 juta dolar AS dari keluarga Soeharto pada zaman reformasi lalu.
�Saya tahu, Amien Rais sudah menerima 10 juta dolar AS dari keluarga Soeharto lewat Sdr. Slamet Kirbiyanto (bekas KABAIS) dan Letjen Prabowo Subijanto,� paparnya dengan ekspresi meyakinkan di depan majelis hakim.
Soal Freeport, Djoko Edhi menilai Amien Rais sangat bernafsu ingin masuk menjadi komisaris perusahaan tambang milik AS itu dengan menggulirkan isu kontrak karya yang diotakinya.
Bahkan, lagi-lagi ia menuding bahwa Amien juga menerima uang dari Sukanto tanoto dan Tommy Winata untuk membiayai kampanyenya saat Pilpres 2004 lalu.
�Soal Tommy Winata, dia dijanjikan Amien Rais akan diizinkan membuka kasino di beberapa tempat di Indonesia. Kalau Sukanto Tanoto, pernah menyetorkan uang untuk kampanye Pilpres 2004 lalu,� urai Djoko Edhi.
�Dosa� lain Amien Rais dan Soetrisno Bachir yang dikorek Djoko Edhie adalah, disebutkan bahwa bekas Ketua Umum PP Muhammadiyah itu telah menjual PAN ke SB senilai Rp 40 miliar dengan kompensasi akan dijadikan ketua umum. iga
0 komentar